Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Latgab

Operasi Mobilisasi Udara di Asembagus

Sejumlah heli serbu milik Penerbad TNI AD melakukan Operasi Mobilisasi Udara (Mobud) saat Operasi Darat Gabungan dalam Latihan Gabungan TNI 2014 di Puslatpur Marinir, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (4/6). Operasi Mobbilisasi Udara (Mobud) bertujuan untuk mendukung pergeseran pasukan Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) dengan memberikan bantuan tembakan dan melakukan pengangkutan 160 Prajurit dari Yonif 411/Raider yang kemudian meluncur dengan tali dari pesawat (Fast Roop). (Foto: ANTARA FOTO/Suryanto/ed/MES/14) 5 Mei 2014, Situbondo: Direktur Latihan Gabungan (Dirlatgab) TNI Letjen TNI Lodewijk F. Paulus melihat secara langsung pelaksanaan gelar Operasi Mobilisasi Udara (Mobud) di Kawasan Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Marinir-5 Baluran Asembagus, Situbondo Jawa Timur, Sabtu (31/5/2014). Operasi Mobud ini dalam rangka mengejar musuh di daerah Asembagus Komplek yang termasuk dalam skenario Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2014. Penerbad dalam tugasnya mendukung Sat...

Kekuatan Laut Bombardir Kekuatan Musuh

04 Juni 2014, Situbondo: Dalam rangka melaksanakan kampanye militer Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, puluhan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari jajaran Satuan Kapal Koarmatim membombardir Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (04/06). Ratusan butir amunisi meriam artileri dari kapal perang berterbangan, menghancurkan target sasaran-sasaran strategis pertahanan musuh yang ada di sekitar pantai. Bantuan Tembakan Kapal (BTK) oleh unsur kapal perang Komando Tugas Gabungan Laut (Kogaslagab) bertujuan untuk membuka jalur unsur-unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) guna mendukung operasi pendaratan amfibi, di pantai Banongan. Beberapa kapal Koarmatim yang menggempur pantai musuh itu di antaranya, KRI Yos Sudarso-353, KRI Halim Perdana Kusuma-355, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Sultan Hasanuddin-366. Dentuman meriam kaliber 76 mm dari kapal perang fregat dan korvet memecah keheningan dini hari dan berhasil mengejutkan pasukan musuh yang berada di garis per...

Satuan Kapal Perang Tembak Jatuh Dua Pesawat Intai Musuh pada Latgab TNI 2014

04 Juni 2013, Laut Jawa: Sebelas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada dalam formasi Divisi 1 dan Divisi 2 Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, berhasil “menembak dua pesawat intai musuh”, disekitar perairan Laut Jawa, Selasa (03/06). Aksi pertempuran laut malam hari atau dikenal dengan istilah Anti Air Rapid Open Fire Exercise (Aarofex), diskenariokan dua roket flare yang ditembakkan dari KRI Abdul Halim Perdana Kususma-355 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai pesawat intai musuh. Saat perjalanan lintas laut menuju daerah sasaran sekitar pukul 20.00 WIB, Radar udara KRI Sultan Iskandar Muda serta kapal lainnya mendeteksi adanya obyek yang mendekati formasi tempur Kogaslagab. Seketika itu juga suara sirine meraung-raung dari seluruh kapal perang. Seluruh personel dan persenjataan Penangkis Serangan Udara (PSU) siap menyambut serangan udara dari pesawat musuh. Dua kapal perang korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modula...

Empat Rudal Karamkan KRI Karang Banteng-983 Kedasar Samudera Hindia

(Foto: Dispenarmatim) 03 Juni 2014, Surabaya:Sebanyak empat misil peluru kendali (Rudal) senjata strategis TNI AL yang diluncurkan dari kapal perang berhasil menghantam mengenai sasaran eks KRI Karang Banteng-983 di perairan Samudera Hindia, Selasa (03/06). Dua misil rudal jenis Exocet MM-40 ditembakan dari KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367. Sedangkan dua Rudal C-802 ditembakkan oleh KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355. Penembakan rudal strategis disaksikan langsung oleh Menhan RI Prof Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, MA, MSc, PhD, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Wakasad Letjen TNI Muhamad Munir, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim, para anggota Komisi I DPR RI, yang onboard KRI Makassar-590. Setelah berhasil mentraking sasaran, empal kapal perang tersebut dalam waktu yang relatif bersamaan menembakkan misil rudalnya masing-masing. Secara beruntun...